Di balik musibah pasti ada berkah, atau di balik duka pasti ada suka. Apapun keadaannya, kita harus terus bersyukur, belajar, dan semangat.
Di masa sekarang ini, hampir di berbagai bidang terutama pendidikan sudah mulai bertransformasi ke era digital. Adanya pandemi COVID – 19 memaksa kita untuk mengubah cara kerja dan cara belajar. Sebagai bentuk eksistensinya, sekolah sangat membutuhkan keberadaan media sekolah. Media sekolah merupakan salah satu alat yang saat ini dianggap paling mudah digunakan untuk mempublikasikan kegiatan-kegiatan sekolah. Media sekolah dapat berupa website, Facebook, Instagram, dan Youtube. Tetapi bagaimana cara sekolah untuk dapat mengembangkan media sekolah tersebut sehingga diminati banyak orang?
Menjamurnya sekolah-sekolah baru yang disertai dengan munculnya media sekolah menjadikan banyak sekolah berlomba-lomba untuk menunjukkan eksistensinya. Yayasan Karmel merupakan lembaga yang menaungi banyak sekolah pun tidak tinggal diam dalam menghadapi situasi ini. Bersyukur saat ini sudah banyak sekolah di Yayasan Karmel yang memiliki media sekolah. Untuk membantu dan mendukung keberadaan media sekolah tersebut, Yayasan Karmel mengadakan Pelatihan Jurnalistik yang bertajuk “Jurnalistik Baik, Media Sekolah Menarik”.
Dilaksanakan secara daring, pelatihan yang diikuti oleh 69 peserta melalui zoom ini memiliki tujuan untuk membantu para guru dan karyawan dalam mengembangkan media sekolah, terutama kegiatan jurnalis. Tak bisa dipungkiri, kegiatan tulis-menulis merupakan kegiatan yang dihindari karena sulit dalam merangkai kata-kata. Padahal jika ditekuni dan dibiasakan, kegiatan menulis ini merpakan kegiatan yang menyenangkan bahkan menguntungkan.
Pelatihan yang dilaksanakan pada hari Sabtu, 14 November 2020 dibuka oleh Ibu Eky Hayati sebagai moderator pada pukul 08.05. Pada pengantarnya, Ibu Eky menyampaikan latar belakang diadakannya kegiatan tersebut. Saat ini sudah ada lima sekolah project yang didampingi oleh IGCN dalam pengembangan website sekolah. Dari kelima sekolah tersebut nantinya diharapkan dapat memberikan pengimbasan bagi sekolah lain di wilayah Yayasan Karmel. Salah satu bentuk pengimbasannya adalah dengan pelatihan jurnalistik bagi sekolah yang sudah memiliki media sekolah maupun yang belum memilikinya.
Pelatihan ini nantinya akan dilaksanakan dua kali. Pada pertemuan pertama ini, materi jurnalistik disampaikan oleh Ibu Christophora Anung Anindita, guru SMP Katolik Santo Petrus Jember. Dalam penyampaiannya, Ibu Dita, menjelaskan apa dan bagaimana jurnalistik itu secara teori dan contoh, lalu dilanjutkan dengan sharing juga tanya jawab. Peserta yang terdiri dari para kepala sekolah, guru, dan karyawan sangat antusias mengikuti jalannya pelatihan. Hal ini terlihat dari pertanyaan-pertanyaan yang disampaikan. Di samping itu, peserta juga saling berbagi pengalaman menulisnya selama ini. Di akhir pertemuan, ada tugas yang harus dikerjakan oleh peserta yaitu menulis berita. Berita ini harus diunggah di media sosial sekolah, jika tidak punya dapat diunggah di media sosial pribadi atau dikirim melalui email.
Berdasarkan evaluasi yang disampaikan peserta, adanya pelatihan ini sangat membantu terutama dalam kegiatan jurnalis untuk media sekolah. Sehingga ke depannya media sekolah dapat berkembang dan dapat menjadi sarana promosi sekolah apalagi saat ini sedang berjalan Penerimaan Peserta Didik Baru. Ada ungkapan yang menyebutkan bahwa di balik musibah pasti ada berkah, atau di balik duka pasti ada suka. Apapun keadaannya, kita harus terus bersyukur, belajar, dan semangat. Mari maju bersama dalam mengembangkan media sekolah.*
*) Penulis: Tim Media SMP Katolik Santo Petrus Jember