KONDISI SISWA BINAAN YAYASAN KARMEL
Pada umumnya peserta didik berasal dari keluarga yang tingkat ekonominya menengah ke bawah. 50% tidak perlu membayar biaya sekolah, sehingga jika diperhitungkan secara ekonomis, sekolah-sekolah Katolik ini berada dalam kondisi merugi secara finansial. Selama ini, dana operasional didapatkan dari Keuskupan Malang, ditambah bantuan dana pihak eksternal yang berasal dari alumni, program orang tua asuh, atau komite paroki.
Namun demikian, dengan meningkatnya biaya operasional pendidikan, saat ini beberapa sekolah terancam tidak dapat dipertahankan karena mengalami defisit 100-200 juta per tahun. Sungguh disayangkan jika sekolah-sekolah yang merupakan basis pengembangan Gereja Katolik dalam masyarakat Indonesia ini harus ditutup. Oleh karena itu, sejalan dengan harapan Keuskupan Malang untuk meningkatkan kemandirian yayasan serta partisipasi umat Katolik, kami melakukan program pengumpulan dana biaya operasional untuk mempertahankan sekolah-sekolah Katolik Yayasan Karmel.