Workshop Penulisan Konten di Media Sosial Sekolah

 

Konten Asik, Pembaca dan Followers Tertarik

     JIka kita amati media sosial saat ini, konten-konten yang disuguhkan sangat beragam dan menarik. Hal ini pula yang harus dilakukan oleh media sosial sekolah, membuat konten yang asik sehingga pembaca dan followers tertarik. Pembaca lebih tertarik pada hal yang bersifat baru dan kekinian. Maka, tim media sosial sekolah harus terus belajar mengembangkan konten untuk menanggapi permintaan pembaca ini.

     Jumat, 27 Agustus 2021, kelima sekolah project Yayasan Karmel, yaitu SDK Pembina Genteng, SDK Maria Fatima Bangkalan, SMPK Widyatama Batu, SMPK Santo Petrus Jember, dan SMAK Yos Sudarso Kepanjen mengikuti workshop penulisan untuk meningkatkan kapasitas pengemasan dan keragaman konten media sekolah. Turut pula dalam workshop tersebut lima sekolah dari Yayasan Kanisius Cabang Magelang. Topik yang dipilih di workshop tersebut adalah “Tips Pengemasan Konten Media Sosial Sekolah”. 

     Workshop yang dilaksanakan secara virtual ini dimulai pada pukul 08.30. Diikuti oleh Kepala Sekolah serta tim media masing-masing sekolah, workshop ini berlangsung sangat interaktif. Mbak Zy, seorang penulis konten Kupuku Indonesia, yang saat itu menjadi narasumber memberikan paparan yang sangat jelas disertai dengan contoh-contohnya. 

     Dari mana kita mendapatkan sumber konten? Mbak Zy menyampaikan bahwa kita tidak perlu bingung karena banyak sekali situs-situs di internet atau bacaan-bacaan yang dapat dijadikan bank konten. Kita dapat melakukannya dengan membaca kemudian mengolahnya menjadi konten baru yang diunggah di media sosial sekolah dengan mencantumkan sumber referensinya. 

     Ketika seseorang membuka media sosial, yang membuatnya tertarik pertama kali adalah gambar atau visualnya. Maka adanya visual itu sangat penting dalam pengemasan konten. Konten dapat dikemas dalam bentuk page, slide, infografis, atau video. Bukan hanya itu, visual yang tersaji dapat menjadi brand media sosial sekolah. Dengan melihat warna desain visualnya pembaca akan langsung mengenali pemilik media sosial itu.

     Dalam pelatihan ini,  Mbak Zy memberikan satu cara supaya tim media dapat bekerja dengan baik yaitu menggunakan Docs. Melalui Docs, tim media sosial sekolah dapat berkolaborasi dalam bekerja. Selain itu tim juga dapat melihat secara rapi konten yang hendak diterbitkan.

     Sebagai latihan, Mbak Zy meminta tiap tim media sosial sekolah membuat satu Docs untuk konten yang akan diterbitkan. Dalam Docs itu harus tercantum nama hari, tanggal terbit, nama rubrik, judul konten, sumber referensi, kemasan konten, serta caption yang akan dituliskan di medsos (Instagram). Hasil kerja itu harus dikirim pada Mbak Zy untuk selanjutnya diedit sehingga dapat diterbitkan di media sosial sekolah masing-masing. 

WhatsApp Informasi