Pelatihan Tim Media Sekolah
Media Sosial Sekolah Bukti Eksistensi Sekolah
Siapa yang menyangka adanya pandemi ini banyak kreativitas yang muncul. Dulu media sosial cenderung digunakan untuk “pamer” foto dan kegiatan secara personal. Namun sekarang banyak lembaga, organisasi, kelompok, badan usaha, bahkan pejabat yang beramai-ramai membuat konten di media sosial. Tujuan yang ingin dicapai pun bermacam-macam, antara lain untuk menyampaikan informasi dan menarik banyak follower.
Hal serupa dilakukan juga oleh sekolah. Melalui media sosial, sekolah pun ingin menunjukkan eksistensinya serta memberikan informasi dalam bentuk konten yang mengedukasi. Demikian pula dengan sekolah-sekolah yang bernaung di Yayasan Karmel terus belajar, memperbaiki serta mengembangkan konten pada media sosialnya.
Kamis, 2 September 2021, enam sekolah Yayasan Karmel yang terdiri dari SDK St. Ignatius Muncar, SMPK Bhara Widya Lumajang, SMPK Santo Yusup Banyuwangi, SMPK Santa Maria Genteng, SMPK Sint Yoseph Muncar, dan SMAK Hikmah Mandala Banyuwangi mengikuti pelatihan tim media sekolah.
Dalam pelatihan yang dilaksanakan secara virtual ini, peserta pelatihan yang terdiri atas Kepala Sekolah dan tim media masing-masing sekolah sangat antusias. Mbak Zy, penulis konten Kupuku Indonesia yang saat itu menjadi narasumber memberikan penjelasan tentang pentingnya media sosial sekolah. Media sosial sekolah bukanlah kerja perseorangan atau kerja keroyokan, ada tim yang bertugas di dalamnya. Tim media sosial sekolah terdiri dari Pemimpin Redaksi, Penulis, Graphic Designer, dan Admin Medsos.
Rata-rata dari tim media sekolah yang sudah terbentuk kesulitan dalam penulisan dan desain visualnya. Mbak Zy menyampaikan bahwa banyak sumber yang dapat kita gunakan sebagai bahan tulisan, misalnya kegiatan sekolah. Kalaupun kontennya berbentuk artikel, kita dapat menggunakan referensi lain yang ada dengan mencantumkan sumbernya. Untuk desain visualnya, saat ini sudah banyak aplikasi yang dapat membantu kita membuat desain menggunakan template yang tersedia. Salah satu aplikasi yang dapat digunakan yaitu Canva.
Mbak Zy juga menyampaikan bahwa sebagai permulaan cukuplah dua atau tiga rubrik yang diterbitkan tiap minggunya. Jika hal itu sudah ajeg dilakukan maka dapat menambah waktu terbit. Muatan yang ada di media sosial sekolah tidak serta-merta langsung sempurna. Semua butuh proses belajar dan terus berkembang. Pelatihan ditutup dengan komitmen tiap sekolah dalam mengembangkan media sosial sekolahnya.