WILAYAH KARYA YAYASAN KARMEL

Pada awal pendirian, sekolah-sekolah yang didirikan oleh Yayasan Karmel berjumlah 140 sekolah, yang meliputi Taman Kanak-Kanak, Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama, Sekolah Menengah Atas, dan Sekolah Menengah Kejuruan. Seperti halnya yang telah dicatat oleh Pastor D.B.Y.M. Blomesath, O.Carm, dalam bukunya “Sejarah Gereja Katolik di Keuskupan Malang”.

Dengan demikian, jumlah seluruh sekolah yang didirikan Yayasan Karmel sejak tahun 1926 sampai tahun 1995 sebanyak 138 Sekolah dan 2 Panti Asuhan. Selanjutnya, dalam perjalanan waktu beberapa sekolah terpaksa harus ditutup. Peristiwa penutupan sekolah-sekolah tersebut paling banyak terjadi pada tahun 1974. Pada masa itu kurang lebih terdapat 24 sekolah yang ditutup. Begitupun dalam perkembangan waktu selanjutnya, beberapa sekolah yang lain terpaksa harus dialihkan kepada kongregasi-kongregasi untuk dikelola lebih lanjut demi mempertahankan keberadaannya di tengah masyarakat.

Sekarang, jumlah sekolah yang masih tetap berdiri dalam naungan Yayasan Karmel ada 60 sekolah, antara lain:

  • Jenjang Taman Kanak-Kanak : 12 Sekolah
  • Jenjang Sekolah Dasar : 19 Sekolah
  • Jenjang Sekolah Menengah Pertama : 24 Sekolah
  • Jenjang Sekolah Menengah Atas : 4 Sekolah
  • Jenjang Sekolah Menengah Kejuruan : 1 Sekolah

Keuskupan Malang termasuk Propinsi Gerejani Semarang. Wilayah Keuskupan Malang meliputi wilayah Pembantu Gubernur Malang, Pembantu Gubernur Malang Besuki dan Pembantu Gubernur Madura. Wilayah kerja Yayasan Karmel mencakup seluruh wilayah Keuskupan Malang, termasuk 3 (tiga) wilayah eks karesidenan. Dari seluruh wilayah tersebut, terdapat 19 (sembilan belas) Daerah Tingkat II yang tercakup di dalamnya. Dengan demikian, sebagian besar sekolah-sekolah Yayasan Karmel berada di daerah kecamatan dan desa, dan hanya sekitar 25% yang berada di pusat kota, kabupaten dan kotamadya.

Luasnya wilayah karya dan banyaknya sekolah yang berada di daerah-daerah pinggiran jelas mempunyai konsekuensi yang berat.
Kebanyakan siswa berasal dari golongan masyarakat ekonomi menengah ke bawah. Kemampuan mereka untuk membayar SPP sangat terbatas.
Namun demikian, prestasi sekolah dan para siswa layak dibanggakan. Dalam keterbatasan tersebut, mereka tetap mampu meraih berbagai prestasi di tingkat daerah masing-masing.
Prestasi tersebut adalah bukti bahwa keterbatasan bukanlah halangan bagi upaya pengembangan diri dan menjadi yang terbaik.

Demikianlah halnya para guru yang tersebar di daerah-daerah sungguh telah menunjukkan dedikasi dan perjuangan mereka dalam mengabdi bagi Gereja. Tersebarnya wilayah kerja telah menempa keluarga besar Yayasan Karmel untuk tetap bertekun dalam perjuangan bersama bagi anak-anak bangsa
Dengan demikian, seluruh sekolah yang masih tetap berdiri sampai saat ini sebanyak 60 sekolah yang terletak di daerah Madura, Malang, Jember, Lumajang, dan Banyuwangi.

WhatsApp Informasi